Saat letusan terbesar Merapi terjadi pada Jum'at dini hari (5 November 2010 lalu), posko HMI di Desa Bawukan, Klaten hancur terkubur oleh muntahan lahar dinginMerapi. Kisah-kisah heroik para relawan HMI yang berusaha menyelamatkan diri sekaligus menyelamatkan warga pada saat itu menjadi menarik untuk ditulis. Berikut adalah tulisan dari relawan Widi dari HMI Jakarta Selatan yang mengisahkan suasana mengundi nyawa waktu itu.
Buku
Opini
Selamat dari Wedhus Gembel, Kisah Heroik Relawan HMI Jaksel di Posko Merapi
Bencana Itu Untuk Kita
Beberapa hari ini berita kita dipenuhi dengan bencana. Sejak Wasior di ranah Papua, tsunami di Mentawai sampai aktivitas Merapi di Jogja dan sekitarnya. Tentu saja kita sebagai manusia dan sebagai bangsa merasa tersentuh rasa kemanusiaan dan kebangsaan kita.
Gerakan Mahasiswa dan Realitas Rumit
Dalam tempo dulu, kalau sore atau malam hari kita jalan-jalan disekitar kampus pasti akan menemukan beberapa gerombolan mahasiswa disudut lorong-lorong, sebelah utara, selatan, barat dan timur, mereka bukan lagi asyik bermain dadu, berjudi. Mereka lagi membahas tentang pendidikan, sosial-politik, ekonomi, hukum, budaya dan agama. Tak jarang saling mendebat disana sini mempertahankan konsep gagasannya bahkan memungkinkan terjadi perkelahian fisik sebab terlalu bersemangat berdiskusi. Mereka kebanyakan para aktivis yang terlibat dalam sebuah organ gerakan, limitted group, dan kelompok-kelompok studi lain.
Sekelumit Sejarah HMI Cabang Pangkep
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep berdiri seiringnya dengan dibukanya Politeknik Pertanian (Politani) UNHAS di Kec. Mandalle pada tahun 1992. Waktu itu dibentuklah organisasi HMI dengan status komisariat Politani UNHAS yang berada di bawah naungan lansung HMI Cabang Ujung Pandang, atau yang sekarang lebih dikenal dengan Makassar.
AKHLAK YANG MANA LAGI?
“Katakanlah Kebenaran Walaupun Pahit Rasanya” (HR Ibnu Hibban)
Etika dimengerti Sebagai Refleksi Kritis atas Segala Claim Normative dan Ideologis (Franz Magnis Suseno)
More Articles...
Page 8 of 29

