Tools
A+ R A- wide normal
  • Skip to content

logo

  • Home
  • Profil
    • Salam Ketua Umum
    • Sejarah HMI
    • Tema Kepengurusan
    • Struktur Pengurus
    • Profil Pengurus
    • Profil Cabang-cabang
      • Cabang-cabang Utara
      • Cabang-cabang Barat
      • Cabang-cabang Tengah
      • Cabang-cabang Timur
      • Cabang-cabang Sumatra Raya
      • Cabang-cabang Papua
    • Kontak Kami
  • Lembaga
    • LDMI
      • Tentang LDMI
      • Taushiyah
      • Kuliah Jumat
    • LSB
      • Tentang LSB
      • Cerpen
      • Puisi
      • Slilit
  • Aktivitas
    • Pernyataan Sikap
    • Kegiatan PB HMI
    • Kegiatan Cabang
    • Kliping Media
    • Foto Kenangan
  • Artikel
    • Opini
    • Pidato
    • Kolom Ketua
  • Beasiswa & Seminar
    • Beasiswa
    • Seminar
  • Download
    • Hasil Kongres XXVII
    • Lagu Perjuangan
    • Buku Tentang HMI
  • Buku Tamu
  • Pustaka
Berita Terhangat
Sikap Nilai HMI : Oleh: Bahrul Amsal Merujuk pada Anthony Giddens...
Korupsi: Rakyat Tertindas Pejabat Terbahak : Berbicara tentang korupsi di negeri ini sudah san...
Krisis Kritis Mahasiswa : Oleh: Rusdy (Kader HMI Komisariat Fakultas Adab Da...
Masyarakat Sipil dan Demokratisasi Lokal : Oleh : Nurul Huda*) Pasca reformasi ekspresi m...
Tambang Emas Poboya; Antara Investasi dan Kerusaka... : Oleh: Mahadin Hamran (Ketua Umum HMI-MPO Cabang Pa...
Indonesia dan Masyarakatnya yang Hilang : Oleh: Bahrul Amsal (Ketua Komisi Pengembangan Inte...
Tangkaplah Pula Bajing yang Lain : Oleh: Alto Makmuralto (Novelis, Ketua Umum PB H...
Tradisi Intelektual Islam : Oleh: Mahadin Hamran (Ketua Umum HMI-MPO Cabang Pa...
Secara Substansi Kita Belum Merdeka: Refleksi HUT ... : Oleh: Zulkifli Abdullah (Kader HMI-MPO Cabang Mak...
Membumikan Nilai Ramadhan : Oleh: Zaenal Abidin Riam   Perputaran waktu kemb...

Buku

Masa Depan Tuhan

Masa Depan Tuhan

Oleh: Komaruddin Hidayat ...

Hari Pertimbangan Pemimpin

Monday, 17 May 2010 14:00
Tweet

pbhmiNET, ANEKDOT - Alkisah, pada Yaumul Mizan (Hari Pertimbangan), beberapa pemimpin bangsa Indonesia dimintai pertanggungjawabannya mengenai pembentukan Republik Indonesia dan upaya untuk mempertahankan serta melanjutkannya.

Malaikat bertanya: Wahai para pemimpin bangsa Indonesia, mengapa engkau bangun dan pertahankan negara Indonesia?

Soekarno menjawab: Karena gugusan kepulauan Nusantara memiliki kekayaan sumber daya alam yang gemah ripah loh jinawi, sehingga harus dipersatukan untuk membentuk taman sari dunia.

Hatta menjawab: Karena kooperasi untuk merdeka di antara sesama bangsa yang dijajah oleh Belanda jauh lebih mudah ketimbang perlawanan secara sporadis.

Soeharto: Karena saya ingin menjadi Hayam Wuruk yang bersama dengan Patih Gadjah Mada berhasil mempersatukan Nusantara hingga ke seluruh Asia Tenggara. Melalui ASEAN, saya ingin meluaskan kekuasaan di region kita.

Habibie: Karena saya merupakan murid terbaik dari profesor politik terbaik di seluruh dunia, yaitu Pak Harto, maka saya harus terus melanjutkan kepemimpinan beliau.

Gus Dur: Karena saya ingin mengubah ajaran kitab suci Al-Qur'an khususnya mengenai relasi antara Muslim dengan Yahudi. Saya ingin membuktikan bahwa dan negara Muslim terbesar seperti Indonesia dapat berhubungan secara mesra dengan Jerussalem, dan keturunan Hadratus Syeikh Hasyim Ashari seperti saya dapat mengubah suratan Al Qur’an mengenai Yahudi. Buktinya, saya sering diundang untuk menghadiri acara2 kenegaraan di sana walau sudah tidak jadi presiden. Dari situ, saya tidak perlu bekerja karena akan menerima aliran dana dari Jerussalem melalui The Wahid Institute.

Megawati: Karena saya ingin mengumpulkan pundi2 uang dari penjualan aset2 BUMN dan kemudian menginvestasikannya secara aman, yaitu melalui usaha pom bensin.

SBY: Karena saya doktor bidang pertanian dan ingin mengembalikan keragaman selera perut orang Indonesia: yang tadinya sagu, jagung, singkong, nasi, dsbnya; telah berubah hanya suka dan biasa makan nasi. Dengan menjadi presiden, saya ingin agar selera perut orang Indonesia tidak hanya nasi, tetapi indomie, khususnya yang mengandung singkong, gaplek, jagung, dsbnya. Jadi, walaupun lewat Indomie tetap memanfaatkan hasil pertanian yang lainnya. Selain itu, saya ingin melanjutkan Indonesia supaya Edhie dan ipar saya bisa mengeruk BNI, entah untuk kampanye DPR yang menghabiskan sekurangnya Rp 10 M (Rp 7 M bayar Fuck eh Fox Indonesia + Rp 3 M bayar Charta Politica utk jadi think-thank pencalegan anak saya) karena berdasarkan pengakuan harta dan kekayaan saya sebagai capres pada tahun 2009, harta saya cuma Rp 7 M + US$44.000, walaupun Puri Cikeas jauh lebih mahal daripada itu; entah untuk biaya kuliah Agus di Oxford. Dengan begitu, keduanya bisa melanjutkan trah kepemimpinan politik saya di kemudian hari.

Sang malaikat geleng-geleng kepala mendengar jawaban para pemimpin bangsa.

Ketika ia berbalik badan. Seorang doktor filosofi nyeletuk: Karena sebuah bangsa hanya dibentuk dengan sengaja, maka Indonesia hanya dibentuk untuk memenuhi nafsu para elit politik dan ekonomi. Mereka bahkan nekat untuk melawan perbedaan kodrat sosial (nurture) di antara sesama. Bahwa perbedaan suku bangsa, bahasa, geografi, dan adat istiadat bukan sebuah kekuatan akan tetapi kelemahan dalam usaha sengaja membentuk bangsa. Bhineka Tunggal Ika ialah klise dan mantra sesat nan menyesatkan yang digunakan oleh kaum nasionalis maupun komprador untuk menggerogoti kekayaan sumber daya alam. Bayangkan, betapa sulitnya mengeruk kekayaan alam bila gugusan kepulauan nusantara terpecah menjadi beberapa bangsa dan negara, ketimbang bila disatukan oleh Jakarta.

Malaikat penanya merespon: Baik, kalau begitu kamu duluan yang masuk surga, sementara yang lain mampir dulu ke neraka.

< Prev   Next >
Joomla 1.6
HMI MPO on Facebook | Milis HMI MPO | Milis Cabang | Web Mail PB HMI | Redaksi
PBHMI.Net @2011