Lembaga Seni dan Budaya Hijau Hitam adalah lembaga yang dibentuk melalui Rapat Pleno II PB HMI di Palu, 21-23 Shafar 1431 H / 5-7 Februari 2010 dengan Direktur Qusthan Abqary dan Sekretaris Ayat Muhammad. Ide dasar pembentukan LSB Hijau Hitam ialah menjadi wadah bagi potensi seni dan budaya yang terdapat di lingkungan Himpunan Mahasiswa Islam. Sejarah menunjukkan bahwa tidak sedikit alumni maupun kader HMI yang berkecimpung pada ranah seni dan budaya. LSB Hijau Hitam memandang bahwa kesenian dan kebudayaan bukan hanya aset tetapi juga identitas warga bangsa di panggung dunia. Oleh karena itu, sektor seni dan budaya perlu digarap secara serius oleh HMI.
Penggunaan istilah 'seni' mendahului 'budaya' merupakan sekedar penekanan atau intensi bahwa hal yang-pertama menjadi prioritas kegiatan LSB Hijau Hitam; tanpa menafikkan bahwa seni merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan budaya. Aktivitas kebudayaan yang akan dikembangkan LSB Hijau Hitam meliputi seni dan sastra. Melalui LSB Hijau Hitam, kader diharapkan dapat mengasah bakat seni dan mengedepankan budaya, baik sebagai proses maupun produk, dalam kesehariaan hidup.
LSB Hijau Hitam, selain mengampu rubrik cerpen dan puisi di pbhmi.net., juga menggagas Manifesto Kebudayaan HMI yang juga didialogkan dengan gagasan sejenis lainnya seperti yang dilakukan pada acara dialog budaya manifesto seni Islam di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki pada Jum'at 6 Rajab 1431 H / 18 Juni 2010. Manifesto Kebudayaan HMI juga mengundang reaksi positif maupun kritis dari berbagai pihak di antaranya:
Kanda Taufik Ismail (sastrawan dan alumnus HMI): "Dari segi berfikir abstrak, oke. Tapi perincilah kepada hal-hal praktikal yang gawat kita hadapi saat ini: kemelaratan, ketertiban, kerja keras, adiksi. Kalau lebih detail lagi: sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit ngamuk, melanggar aturan, tidak tepat waktu, dst. Dengan detail yang terperinci HMI bisa mendesain program kerja mengatasinya. Ini yang jauh lebih penting. Jadi lebih riil dan tepat guna, tidak berhenti jadi teori atau pemikiran saja."
Kanda Anies Baswedan (politisi dan alumnus HMI): "Saya baca sepintas. Yang muncul dalam benak saya: HMI masih berbicara masa lalu. HMI tidak berbicara masa depan. Sebuah keterjebakan yang memprihatinkan. Hari ini saya di Tanzania, berkumpul dengan YGL dari seluruh penjuru dunia. Membicarakan masa depan. Membicarakan masalah mikro dan makro dengan perspektif masa depan. Lalu malamnya menerima email ini, serasa ditarik oleh mesin waktu menuju masa lalu. Teman-teman, bicarakan masa depan. Anak muda berbicara masa depan, orang tua bertutur masa lalu. Anak muda berbicara mimpi-mimpi, orang tua berbicara sejarah dan kenangan. Anak muda berbicara heroisme masa depan, orang tua berbicara heroisme masa lalu. Tataplah masa depan teman-teman, bicarakanlah tentang masa depan."
Kanda Cahyo Pamungkas (peneliti PSDR LIPI dan mantan Ketua Umum PB HMI): "Btw, manifesto kebudayaannya bagus banget, clear visi misi MPO ada di situ, tidak terlalu fundamentalis dan tidak terlalu liberal, di tengah-tengah. Kritik maupun dukungan pasti ada, jangan takut menghadapinya dan yakinlah apa yang anda tulis itu sebagai cita-cita bersama baik pada masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Tentu saja orang-orang yang tidak paham aspek historitas HMI dan teori-teori kebudayaan tidak akan pernah sepaham dengan Anda, apalagi elit politik yang akan berkuasa atau sedang berkuasa. Tentu saja Anda harus bisa menjelaskan kepada mereka yang kontra terhadap pemikiran-pemikiran dalam manifesto."
Beberapa komentar tersebut menunjukkan bahwa Manifesto Kebudayaan HMI menjadi penting bagi ikhtiar pembangunan dan pengembangan kegiatan kesenian dan kebudayaan di lingkungan HMI maupun masyarakat pada umumnya. Tidak hanya itu, LSB Hijau Hitam mengundang berbagai pihak dan institusi untuk bekerjasama dan bergandengan tangan di kemudian hari. Saat ini LSB Hijau Hitam bekerjasama dengan Institut Riset Nasional (IRN) untuk menggarap isu meritokrasi antara sains, teknologi, dan kebudayaan melalui newsletter IPTEK & SCIENCE yang diterbitkan dalam English sebagaimana yang diusulkan oleh IRN. Info lebih lanjut mengenai newsletter dapat diperoleh dengan melayangkan surat elektronik ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .
| < Prev |
|---|

