Harapan masyarakat akan terbongkarnya aliran dana bail out 6,7 triliun Bank Century yang merugikan negara dan rakyat Indonesia ternyata jauh panggang dari api disebabkan oleh terjadinya pembusukan sistemik di Pansus Angket Century. Berikut adalah pernyataan sikap penolakan PB HMI terhadap terpilihnya Idrus Marham sebagai ketua Pansus Century:
Pernyataan Sikap
MOSI TIDAK PERCAYA KEPADA PANSUS
Tolak Idrus Marham Sebagai Ketua Pansus !
Harapan masyarakat akan terbongkarnya aliran dana bail out 6,7 triliun Bank Century yang merugikan negara dan rakyat Indonesia ternyata jauh panggang dari api disebabkan oleh terjadinya pembusukan sistemik di Pansus Angket Century. Hal ini akan menjadi anti klimaks dari kepercayaan masyarakat terhadap Dewan. Kita menyatakan parlemen bukan sebagai solusi!!.
Kabut gelap kini mengawali perjalananan Pansus dalam pengusutan aliran dana sebesar 6,7 triliun di Bank Century saat Idrus Marham terpilih sebagai ketua Pansus Angket Century. Idrus yang berasal dari Partai Golkar, mengungguli dengan 19 suara, disusul Gayus lumbuun dari PDI-P 7 suara, Mahfudz Siddiq dari PKS 3 suara, Yahya Sacawiria dari Partai Demokrat 1 suara, abstain dan suara tidak sah 0.
Sebenarnya, indikasi pembusukan tersebut sudah mulai tercium menjelang pemilihan ketua Pansus. Munculnya nama idrus Marham sebagai kandidat terkuat untuk menduduki ketua pansus cukup mengagetkan dan menjadi tanda tanya besar? Karena sebanarnya, diluar nama Idrus, masih ada beberapa anggota tim 9 yang lebih pantas untuk menjadi calon ketua Pansus. Entah permanan apa yang terjadi, sehingga akhirnya nama-nama mereka tidak muncul.
Terpilihnya Idrus Marham adalah bagian dari suatu kompromi politik dan konspirasi busuk yang didalangi oleh partai penguasa bersama partai-partai koalisinya dalam rangka mengamankan jalannya investigasi terhadap aliran dana 6,7 triliun tersebut. Calon dari partai demokrat memang tidak terpilih, tetapi rupanya mereka juga tidak merelakan ketua pansus diambil oleh partai oposisi. Oleh karena itu, Partai Demokrat dan Golkar bersama partai koalisi lainnya bersatu membendung ancaman dari calon oposisi. Dagelan politik terjadi, dibungkus secara apik melalui mekanisme voting tertutup dengan one-man one-vote yang telah diatur dalam tatib DPR. Dan hasilnya, sudah tentu tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Dengan hasil pemilihan ketua pansus yang sudah dilakukan, maka PB HMI-MPO dengan ini menyatakan Mosi tidak percaya terhadap Panitia Pansus Hak Angket Bank Century, karena:
1. Idrus bukan ketua pansus yang tepat, karena ia adalah bagian dari kompromi dan transaksi politik penguasa dengan partai-partai koalisinya di parlemen.
2. Indrus Marham bukanlah orang yang punya kapabilitas untuk memimpin Pansus Angket Century. Disamping ia tidak punya track record yang baik, ia juga termasuk golopngan “penumpang gelap” yang tidak pernah berjasa mengusung hak angket century.
3. Adanya Indikasi penangkalan dan pembusukan oleh Pansus dalam melakukan investigasi terhadap aliran dana bailout 6,7 triliun yang melibatkan orang-orang dekat SBY.
4. Telah terjadi pengkhianatan oleh anggota DPR dan Pansus terhadap suara rakyat yang merupakan cerminan dari kedaulatan rakyat yang telah diamanatkan dalam Konstitusi UUD 1945
5. Ternyata parlemen bukan sebagai solusi untuk menyelesaikan Bank Century, oleh karena itu kami akan terus menggalang parlemen jalanan untuk menuntut diselesaikannya kasus Century sampei tuntas.
Demikian pernyataan sikap kami, semoga Allah meridloi perjuangan kita bersama dalam membersihkan negeri dari para bandit yang menggunakan kekuasaan untuk merampok harta rakyat.
Billahittaufiq wal hidayah
Jakarta, 5 Desember 2009
Pengurus Besar
Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi
(PB HMI-MPO)
M. Chozin Amirullah
Ketua Umum
HP: 081213881128
| < Prev | Next > |
|---|

