Berikut ini adalah Pernyataan Sikap PB HMI dalam rangka aksi memperingati Hari Antikorupsi Dunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember. "Upaya pemberantasan korupsi tidak boleh hanya sekedar slogan dan retorika politik belaka. Banyak diantara kita yang bersuara keras anti korupsi, namun perilaku, kebijakan dan tindakannya justru memberi angin pada koruptor":
Pernyataan Sikap
Dalam Rangka Hari Anti Korupsi Se-dunia
SAPU BERSIH KORUPSI DARI BUMI INDONESIA MENGGUNAKAN LEMBAGA YANG BERSIH !
Korupsi di Indonesia sudah berada pada kondisi yang sangat genting. Indonesia darurat korupsi!!. Fakta-fakta tentang korupsi menunjukkan bahwa korupsi sudah begitu menggurita di seluruh sendi kehidupan Bangsa Indonesia. Data yang dirilis oleh Transparansi Internasional menunukkan bahwa Indeks Korupsi Indonesia masih jauh dari angka yang menggembirakan. Di tingkat ASEAN, angkanya masih dibawah Malaysia, Singapura dan Thailand. Sementara di level internasional, Indonesia berada di kelompok buncit, yaitu urutan ke-111 dari 180 negara. Meskipun sudah banyak peraturan perundangan untuk upaya pemberantasan korupsi dan bermacam lembaga didirikan untuk mencegah korupsi, namun kenyataanya korupsi bukannya makin reda tapi malah makin merajarela.
Upaya pemberantasan korupsi tidak boleh hanya sekedar slogan dan retorika politik belaka. Banyak diantara kita yang bersuara keras anti korupsi, namun perilaku, kebijakan dan tindakannya justru memberi angin pada koruptor – “Seolah anti korupsi, padahal ia adalah komprador koruptor.” Demikian juga, ikhtiar memberantas korupsi tidak cukup hanya diserahkan pada aparat penegak hukum. Alih-alih memberantas korupsi, para penegak hukum justru mengangkangi hukum dengan menjadi pelaku utama korupsi. Mereka memperdagangkan hukum dan melakukan bersekongkolan jahat dengan para bandit dalam mencuri harta rakyat.
Oleh karena, kekuatan rakyat dan mahasiswa kini menjadi harapan utama dalam pemberantasan korupsi. Bersama dengan institusi anti korupsi yang belum terkontaminasi (KPK), kekuatan masyarakat sipil harus bersatu membebaskan negeri ini dari jerat para koruptor. “Jika menyapu lantai kotor tidak mungkin dengan sapu kotor; maka demikianlah, menyapu para koruptor tidak mungkin dengan lembaga-lembaga kotor (Kepolisian dan Kejaksaan).
Dalam rangka menyambut Hari Anti-korupsi se-Dunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2009, maka Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) melakukan aksi serentak di seluruh Indonesia. Dipimpin oleh PB HMI-MPO, kader-kader HMI-MPO di cabang-cabang di seluruh nusantara melakukan aksi secara serentak pada tanggal tersebut di atas. Berikut adalah pernyataan sikapnya HMI-MPO:
- Menuntut pemerintahan SBY-Boediono melakukan pembersihan Kepolisian, Kejaksaan dan lembaga pengadilan dari para bandit koruptor dan kompradornya. Kami meyakini bahwa lembaga-lembaga tersebut di atas adalah tempat bersarangnya para bandit yang menghisap rakyat.
- Menuntut agar pengusutan kasus Bank Century dilakukan oleh KPK, bukan oleh kepolisian atau kejaksaan.
- Menuntut kepada KPK dan kepolisian agar menangkap dan mengadili Anggodo dan Angoro secepatnya
- Menuntut kepada presiden agar me-nonaktifkan boediono – Sri Mulyani dari jabantannya
- Apabila Presiden nanti terbukti terlibat dalam kasus Century gate, maka kami menuntut agar turun dari jabatannya
Demikian pernyataan sikap kami, semoga perjuangan kita menghapus korupsi dari bumi Indonesia mendapatkan ridlo dari Allah SWT.
Jakarta, 9 Desember 2009
PENGURUS BESAR
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
(PB HMI-MPO)
M. CHOZIN AMIRULLAH (HP: 081213881128)
KETUA UMUM
| < Prev | Next > |
|---|

