JAKARTA, 11/03/10 - Komisi Lingkungan Hidup PB HMI (MPO) bersama Front Oposisi Rakyat akan melakukan aksi bertepatan dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, bulan Maret mendatang.
JAKARTA, 11/03/10 - Komisi Lingkungan Hidup PB HMI (MPO) bersama Front Oposisi Rakyat akan melakukan aksi bertepatan dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, bulan Maret mendatang.
“Terkait dengan kedatangan Obama”, bersama kawan-kawan dari sejumlah elemen yang tergabung dalam Front Oposisi Rakyat Indonesia, juga ada teman-teman dari Papua, Riau dan korban-korban sumber daya alam lain. Komisi Lingkukungan Hidup PB HMI (MPO) Menyerukan kepada seluruh Cabang HMI (MPO) Se-Indonesia dan seuruh elemen masyarakat bisa menggelar aksi-aksi pendahuluan yang fokus ke isu-isu sumber daya alam.
Kami Komisi Lingkungan Hidup PB HMI (MPO) menyoroti pada empat fokus yaitu, industry tambang yang didanai oleh Amerika Serikat seperti Freeport di Papua, Exxon Mobile di Aceh dan Bojonegoro (Cepu), kemudian juga Newmont di NTB, kemudian juga Blok Alpha Natuna di perbatasan Kepulauan Riau.Ini mengulang kedatangan Condolisa Rise pada tahun 2007 dan Bush. Mereka datang untuk mempressure pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa Blok minyak, gas dan tambang yang ada di Indonesia itu, tetap save, securitynya terjamin, dan ada policy yang melindungi itu, di tingkat nasional dan kepala daerah.
Tentang keadilan atas pengelolaan sumber daya alam dan perlindungan hak-hak asasi manusia, masyarakat Indonesia yang ada di site-site sumber daya alam, kiranya harus menyampaikan protes sekaligus tekanan ke pemerintah Amerika dan Obama untuk secara lebih serius dan juga lebih tegas untuk menyampaikan pandangan mereka. Juga merevisi kebijakan terkait dengan sumber daya alam, yang potensi pelanggaran HAM, baik hak sipil, maupun politik.
Setahun perjalanan Obama, kita belum mendengar hal yang substansial berkaitan dengan komitmen mereka untuk perlindungan dan pengakuan atas hak-hak kelola suatu bangsa dalam hal ini bangsa Indonesia, atas lingkungan hidup dan sumber daya alam.
Dalam isu perubahan iklim, kita juga tidak melihat konsistensi AS untuk mendukung 26persen target Indonesia untuk pengurangan emisi dari sektor kehutanan dan perkebunan besar. Dimana sejumlah industry tambang raksasa yang didanai dan bersumber dari AS, itu kita juga tidak lihat menjadi agenda urgen untuk dibicarakan.
Komisi lingkungan hidup PB HMI (MPO)
(laksamana hoery abdullah)
| < Prev | Next > |
|---|