Jakarta, 10/03/10. Susno “Sang Presiden”. Begitulah Kira-kira kesimpulan kalimat yang dilontarkan salah seorang Tokoh Mantan Ketua Umum PB HMI era Tujuh Puluhan, Pada acara Bedah Buku : “Bukan” Testimoni Susno.
Ridwan Saidi, mantan Ketua Umum PB HMI, menyebut dulunya ia adalah seorang yang paling membenci Susno Duaji, tetapi setelah membaca dan mempelajari lebih lanjut buku Bukan Keterangan Susno Duaji, ia meyakini Susno adalah seorang yang benar dan berani mengatakan yang benar.
"Ia adalah polisi bersih yang jujur dan berani, jabatan Kapolri terlalu kecil ditujukan untuknya, ia lebih pantas menjadi seorang presiden," tuturnya.
Ia juga menilai, presiden Indonesia saat ini, SBY sudah seharusnya turun dari jabatannya, karena bertanggung jawab terhadap
Pengucuran bail out Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.
"Rp 500 miliar saja harus dengan seijin presiden, ini Rp 6,7 triliun, SBY jangan berlaga dungu seperti tidak tahu apa-apa," serunya.
Sementara itu seorang aktivis petisi 78, Hatta menyatakan pendapat yang serupa, ia memuji keberanian dan kejujuran Susno yang membeberkan 5 kebohongan Kapolri dalam buku Bukan Testimoni Susno Duaji.
Selain Ridwan dan Hatta, puluhan orang yang menghadiri acara Bedah Buku Bukan Testimoni Duaji, mengelu-elukan Susno, dan keberaniannya membongkar ke publik fakta sebenarnya dibalik skandal besar Bank Century.
Dengan sikap tegas yang ditunjukkan oleh Susno Duadji selama ini yang selalu menuai Kritikan, Tuduhan, Bahkan Kecaman langsung kepada dirinya, membuat diri seorang Susno kian makin tegar mengahadapi badai yang terus menerpa dirinya, walaupun pada akhirnya harus menanggalkan jabatannya.
Pada acara bedah buku ini Susno juga mengatakan Kasus Century hari ini sudah terbuka secara terang benderang, Bak permainan sepak bola, bola kini sudah dihantarkan pada titik kotak pinalti, tinggal siapa yang akan menendang bola tersebut supaya gol. (Hery**)
| < Prev | Next > |
|---|

