MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Makin banyaknya produk China masuk ke Indonesia dan khususnya di Makassar pada satu sisi mengancam perekonomian. Namun di sisi lain juga menguntungkan. Tapi apapun dampaknya, apakah pengusaha Makassar siap menghadapinya?
Pokok pikiran itulah yang menjadi pembahasan pada semaninar sehari mengenai AFTA dan CAFTA di Gedung PKP Kampus Unhas, Tamalanrea, Kamis (25/02/2010). HMI (MPO) Cabang Makassar bertindak sebagai panitia.
Tampil sebagai pembicara yakni Ketua Kadin Sulsel M Zulkarnain Arief, dosen Unhas Dr Indraswati Tri Abdi Reviane, dan Ketua HIPMI Makassar Andi Troy Martino.
Menurut Indraswati, pasar bebas bisa berdampak amat buruk bagi perekonomian Indonesia jika produk lokal kalah bersaing dalam hal efisiensi proses produksi. Efisiensilah yang membuat produk luar, semisal yang datang dari China, bisa dijual lebih murah dibanding produk lokal. Indraswati mengingatkan, jika ini tidak ditangani lebih jeli dan lebih cepat, bukan tidak mungkin banyak perusahaan di Indonesia akan bangkrut karena produknya kurang terserap di pasar.(*)
Sumber: Tribun Timur, Kamis, 25 Februari 2010 | 17:27 WITA
URL: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/81165/Siapkah_Pengusaha_Makassar_Hadapi_Pasar_Bebas
| < Prev | Next > |
|---|

