Tools
A+ R A- wide normal
  • Skip to content

logo

  • Home
  • Profil
    • Salam Ketua Umum
    • Sejarah HMI
    • Tema Kepengurusan
    • Struktur Pengurus
    • Profil Pengurus
    • Profil Cabang-cabang
      • Cabang-cabang Utara
      • Cabang-cabang Barat
      • Cabang-cabang Tengah
      • Cabang-cabang Timur
      • Cabang-cabang Sumatra Raya
      • Cabang-cabang Papua
    • Kontak Kami
  • Lembaga
    • LDMI
      • Tentang LDMI
      • Taushiyah
      • Kuliah Jumat
    • LSB
      • Tentang LSB
      • Cerpen
      • Puisi
      • Slilit
  • Aktivitas
    • Pernyataan Sikap
    • Kegiatan PB HMI
    • Kegiatan Cabang
    • Kliping Media
    • Foto Kenangan
  • Artikel
    • Opini
    • Pidato
    • Kolom Ketua
  • Beasiswa & Seminar
    • Beasiswa
    • Seminar
  • Download
    • Hasil Kongres XXVII
    • Lagu Perjuangan
    • Buku Tentang HMI
  • Buku Tamu
  • Pustaka
Berita Terhangat
Sikap Nilai HMI : Oleh: Bahrul Amsal Merujuk pada Anthony Giddens...
Korupsi: Rakyat Tertindas Pejabat Terbahak : Berbicara tentang korupsi di negeri ini sudah san...
Krisis Kritis Mahasiswa : Oleh: Rusdy (Kader HMI Komisariat Fakultas Adab Da...
Masyarakat Sipil dan Demokratisasi Lokal : Oleh : Nurul Huda*) Pasca reformasi ekspresi m...
Tambang Emas Poboya; Antara Investasi dan Kerusaka... : Oleh: Mahadin Hamran (Ketua Umum HMI-MPO Cabang Pa...
Indonesia dan Masyarakatnya yang Hilang : Oleh: Bahrul Amsal (Ketua Komisi Pengembangan Inte...
Tangkaplah Pula Bajing yang Lain : Oleh: Alto Makmuralto (Novelis, Ketua Umum PB H...
Tradisi Intelektual Islam : Oleh: Mahadin Hamran (Ketua Umum HMI-MPO Cabang Pa...
Secara Substansi Kita Belum Merdeka: Refleksi HUT ... : Oleh: Zulkifli Abdullah (Kader HMI-MPO Cabang Mak...
Membumikan Nilai Ramadhan : Oleh: Zaenal Abidin Riam   Perputaran waktu kemb...

Buku

Masa Depan Tuhan

Masa Depan Tuhan

Oleh: Komaruddin Hidayat ...

Perubahan Sistem Kepemimpinan Negeri

Tuesday, 23 February 2010 08:41
Tweet

“Tidaklah ada yang menyangkal bahwa perubahan adalah sebuah keniscayaan yang mutlak kita wujudkan. Rakyat sudah muak dan pasti tidak mau lagi mendengar janji-janji kosong politisi lima tahun lagi, rakyat sudah terlalu cerdas dan sangat siap melakukan revolusi. Rakyat sudah sangat rindu dengan kemakmuran dan keadilan.”

 

Paragraf di atas adalah petikan TOR dari acara Panggung mahasiswa Bangkit yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Lembaga Kampus (BKLDK) di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Senin (22/020/10). Acara tersebut menghadirkan tiga pembicara yaitu M. Chozin Amirullah (PB HMI-MPO), Surya Anta (LMND-Prm), dan Akmal Nasution  (BKLDK).

 

Dalam diskusi tersebut, semua pembicara sepakat bahwa kasus bail-lout Bank Century adalah fakta kasat mata akan bobroknya rezim sekarang, oleh karena itu diperlukan perubahan di segala bidang secara sistemik. Akan tetapi ketika sampai pada pembicaraan sistem seperti apakah yang cocok paska perubahan tersebut, masing-masing pembicara tidak ada kata sepakat.

Akmal, dari BKLDK (yang berafilisi ke Hizbuttahrir), menolak tawaran yang ditawarkan oleh Surya, pembicara dari LMND-Prm, tentang sistem kepemimpinan kaum proletar. Menurutnya, sistem ala LMND sangat sekuler dan tidak akan mampu menyelesaikan masalah. Sistem yang paling tepat menurut Akmal adalah sistem Daulah Islamiah yang diterapkan secara kaffah.

 

Sementara itu, pembicara dari HMI-MPO, M. Chozin menyampaikan bahwa sistem apapun namanya, kalau tidak bisa memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat, maka itu hanya omong kosong. Menuurut Chozin, kita tidak perlu terperangkap dalam simbol-simbol atau nama-nama sebuah sistem seperti demokrasi, daulah Islamiah, sosialisme, ataupun lainnya. Yang terpenting dari sebuah sistem (apapun namanya) adalah bahwa ia bisa membela kepentingan-kepentingan rakyat.

< Prev   Next >
Joomla 1.6
HMI MPO on Facebook | Milis HMI MPO | Milis Cabang | Web Mail PB HMI | Redaksi
PBHMI.Net @2011