“Tidaklah ada yang menyangkal bahwa perubahan adalah sebuah keniscayaan yang mutlak kita wujudkan. Rakyat sudah muak dan pasti tidak mau lagi mendengar janji-janji kosong politisi lima tahun lagi, rakyat sudah terlalu cerdas dan sangat siap melakukan revolusi. Rakyat sudah sangat rindu dengan kemakmuran dan keadilan.”
Paragraf di atas adalah petikan TOR dari acara Panggung mahasiswa Bangkit yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Lembaga Kampus (BKLDK) di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Senin (22/020/10). Acara tersebut menghadirkan tiga pembicara yaitu M. Chozin Amirullah (PB HMI-MPO), Surya Anta (LMND-Prm), dan Akmal Nasution (BKLDK).
Dalam diskusi tersebut, semua pembicara sepakat bahwa kasus bail-lout Bank Century adalah fakta kasat mata akan bobroknya rezim sekarang, oleh karena itu diperlukan perubahan di segala bidang secara sistemik. Akan tetapi ketika sampai pada pembicaraan sistem seperti apakah yang cocok paska perubahan tersebut, masing-masing pembicara tidak ada kata sepakat.
Akmal, dari BKLDK (yang berafilisi ke Hizbuttahrir), menolak tawaran yang ditawarkan oleh Surya, pembicara dari LMND-Prm, tentang sistem kepemimpinan kaum proletar. Menurutnya, sistem ala LMND sangat sekuler dan tidak akan mampu menyelesaikan masalah. Sistem yang paling tepat menurut Akmal adalah sistem Daulah Islamiah yang diterapkan secara kaffah.
Sementara itu, pembicara dari HMI-MPO, M. Chozin menyampaikan bahwa sistem apapun namanya, kalau tidak bisa memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat, maka itu hanya omong kosong. Menuurut Chozin, kita tidak perlu terperangkap dalam simbol-simbol atau nama-nama sebuah sistem seperti demokrasi, daulah Islamiah, sosialisme, ataupun lainnya. Yang terpenting dari sebuah sistem (apapun namanya) adalah bahwa ia bisa membela kepentingan-kepentingan rakyat.
| < Prev | Next > |
|---|

