Tools
A+ R A- wide normal
  • Skip to content

logo

  • Home
  • Profil
    • Salam Ketua Umum
    • Sejarah HMI
    • Tema Kepengurusan
    • Struktur Pengurus
    • Profil Pengurus
    • Profil Cabang-cabang
      • Cabang-cabang Utara
      • Cabang-cabang Barat
      • Cabang-cabang Tengah
      • Cabang-cabang Timur
      • Cabang-cabang Sumatra Raya
      • Cabang-cabang Papua
    • Kontak Kami
  • Lembaga
    • LDMI
      • Tentang LDMI
      • Taushiyah
      • Kuliah Jumat
    • LSB
      • Tentang LSB
      • Cerpen
      • Puisi
      • Slilit
  • Aktivitas
    • Pernyataan Sikap
    • Kegiatan PB HMI
    • Kegiatan Cabang
    • Kliping Media
    • Foto Kenangan
  • Artikel
    • Opini
    • Pidato
    • Kolom Ketua
  • Beasiswa & Seminar
    • Beasiswa
    • Seminar
  • Download
    • Hasil Kongres XXVII
    • Lagu Perjuangan
    • Buku Tentang HMI
  • Buku Tamu
  • Pustaka
Berita Terhangat
Sikap Nilai HMI : Oleh: Bahrul Amsal Merujuk pada Anthony Giddens...
Korupsi: Rakyat Tertindas Pejabat Terbahak : Berbicara tentang korupsi di negeri ini sudah san...
Krisis Kritis Mahasiswa : Oleh: Rusdy (Kader HMI Komisariat Fakultas Adab Da...
Masyarakat Sipil dan Demokratisasi Lokal : Oleh : Nurul Huda*) Pasca reformasi ekspresi m...
Tambang Emas Poboya; Antara Investasi dan Kerusaka... : Oleh: Mahadin Hamran (Ketua Umum HMI-MPO Cabang Pa...
Indonesia dan Masyarakatnya yang Hilang : Oleh: Bahrul Amsal (Ketua Komisi Pengembangan Inte...
Tangkaplah Pula Bajing yang Lain : Oleh: Alto Makmuralto (Novelis, Ketua Umum PB H...
Tradisi Intelektual Islam : Oleh: Mahadin Hamran (Ketua Umum HMI-MPO Cabang Pa...
Secara Substansi Kita Belum Merdeka: Refleksi HUT ... : Oleh: Zulkifli Abdullah (Kader HMI-MPO Cabang Mak...
Membumikan Nilai Ramadhan : Oleh: Zaenal Abidin Riam   Perputaran waktu kemb...

Buku

Masa Depan Tuhan

Masa Depan Tuhan

Oleh: Komaruddin Hidayat ...

Direktur Politani Pangkep Dituntut Mundur

Thursday, 18 February 2010 12:56
Tweet

Pangkep (18/02/10). Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (PP-NP), DR. Ir. H Jayadi, MP. dituntut meletakkan Jabatannya oleh mahasiswa karena terindikasi korupsi. Mahasiswa PP-NP yang dimotori oleh HMI Cabang Pangkep, Sulsel, melakukan beberapa kali aksi menuntut Direktur mundur. Berikut adalah kronologi aksi-aksi oleh mahasiswa.

Tanggal 25 Januari 2010, Badan Eksekutif Mahasiswa menggelar dialog publik dengan maksud merefleksikan kepemimpinan Dr. Ir. H Jayadi, MP. yang dihadiri langsung mahasiswa dan beberapa undangan (pegawai-dosen). Pada awal Direktur membuka forum, pukul 09.00 wita, terjadi kesepakatan bahwa dialog publik akan berlangsung sampai pada pukul 12 malam. Dalam dialog, mahasiswa menuntut transparansi Dana Iuran Pelaksanaan Anggaran (DIPA) revisi II 2009 sebesar Rp. 46 Miyar.

Mahasiswa menilai bahwa terdapat beberapa item yang dinilai ganjil, dalam pelaksanaannya yang tidak sesui dengan anggaran dan realitas yang ada, diantaranya (1) Biaya Operasional Bahan Praktek sebesar Rp 1,8 Milyar dari empat jurusan yang ada ternyata tidak relevan dengan pelaksanaan praktikum mahasiswa; (2) Dari anggaran Jurnal Perpustakaan bertaraf internasional sebanyak Rp. 500.000.000,-, direktur hanya mengadakan Compact Disk sebanyak 70 keping dan satu Hard Disk Eksternal 250 GB; (3) Anggaran Penghijauan Kampus Sebanyak Rp. 500.000.000,- dinilai tidak Optimal; (4) Pengadaan kendaraan khusus satu paket sebesar Rp 210.000.000,- dipertanggung jawabkan secara fiktif; (5) Tanggung jawab direktur sebagai controlling tidak optimal. Pada dialog tersebut intinya mahasiswa tidak puas dengan penjelasan yang diberikan dari direktur  Dr. Ir. H Jayadi, MP.

Maka mahasiswa menuntut transparansi terkait item yang dinilai ganjil dalam pelaksanaannya. Direktur berjanji  akan bemberikan data sesui tuntutan mahasiswa pada pukul 08.00 wita. Pada pukul 20.00 wita, seusai forum diskorsing, ratusan mahasiswa kembali ingin menghadiri forum, tapi Direktur tidak menghadiri forum publik dengan alasan tidak jelas.

Pada tanggal 26 januari 2010 pukul 06.00 wita, mahasiswa melakukan aksi damai di depan pintu gerbang Politeknik. Aksi tersebut dimaksudkan untuk menunggu data yang dijanjikan pada dialog publik. Berselang berapa menit  kemudian, direktur akhirnya datang juga dan berkata “Silahkan lakukan apa yang kalian lakukan, saya tidak takut. Ini menyangkut urusan akademik, kalian tidak bisa menghalangi, saya juga punyak hak sebagai pimpinan.” Tetapi ada hal yang membuat mahasiswa marah adalh ketika Direktur melontarkan kata-kata binatang (=kambing) yang bagi mahasiswa adalah bentuk kekerasan yang dilakukan oleh seorang pimpinan.

Mahasiswa yang sudah terlanjur geram dan panas, lalu mahasiswa memutuskan untuk berdemonstrasi di lapangan hijau Politani dengan meneriakkan pembebasan dan perjuangan, sambil membakar ban. Di sela-sela orasi, korlap membacakan surat yang membuat mahasiswa, staf pegawai, dan dosen terkejut. Surat tersebut adalah dari sebuah LSM yang dikirim pada bulan Juni 2009 kepada Kejaksaan SUL-SELBAR untuk penindaklanjutan gugatan LSM mengenai kasus tersebut.

Demonstrasi mahasiswa berlanjut dan berbuntut panjang, karena mahasiswa mencium adanya konspirasi terkait penyelesaian berbagai kasus politani oleh aparat penegak hukum. Demonstran menyatakan sikap mendesak Direktur Politani, Dr. Ir H Jayadi, MP. mundur dari jabatannya. Mahasiswa juga mendesak penghentian segala aktifitas akademik yang ada di Politani selama kasus dugaan korupsi tidak selesai, dan juga penyegelan seluruh ruangan perkuliahan yang ada di Politani.

Rabu tanggal 27 januari 2010, ratusan mahasiswa memutuskan berdemonstrasi di kantor Kejaksaan dan Polres. Mahasiswa menuntut kasus dugaan korupsi yang dilakukan  Direktur, Dr. Ir. H Jayadi MP agar segera dituntaskan.

Tanggal 4 februari 2010, tepatnya hari Kamis, mahasiswa kembali demonstrasi di depan Kantor Pusat Politani, menunggu keputusan dari hasil rapat senat yang dihadiri langsung oleh Direktur Dr. Ir H Jayadi, MP. Terhadap hasil rapat senat, mahasiswa menilai tidak ada keputusan yang memuaskan bagi mahasiswa karena tuntutan mahasiswa ternyata tidak diangkat dalam rapat senat. Mahasiswa memaksa Direktur menandatangani surat pernyataan sikap yang intinya agar Dr. Ir. H Jayadi, MP  mundur dari jabatannya. Tetapi tuntutan tersebut diabaikan. Mahasiswa tidak putus asa, mereka tetap memburu Direktur untuk menandatangani pernyataan sikapnya.

Dalam suasana penuh ketegangan, ada anggota satpam yang memicu pemukulan salah seorang mahasiswa. Hal ini tidak diterima dapat oleh seluruh mahasiswa terjadi. Oleh karena itu, selanjutnya terjadi demonstrasi anarkis berupa pelemparan batu terhadap kantor pusat. Mahasiswa bahkan sempat beberapa menit memblokir jalan provinsi. Aksi berhenti setelah mahasiswa mendengar kabar bahwa Direktur telah meniggalkan tempat, hingga belum ada titik temu antar Mahasiswa dan Pimpinan PP-NP.

Minggu ketiga, 11 februari 2010, kembali mahasiswa berdemonstrasi menyuarakan pernyataan sikapnya menuggu hasil rapat senat. Ternyata apa yang diputuskan pada hari tersebut bukan rapat senat, tapi cuma sebagai diskusi karena alasan dari Pembina kemahasiswaan bahwa rapat senat tidak quorum. Dari 23 anggota senat Politani, hanya 12 orang yang hadir.

Lagi-lagi mahasiswa menilai bahwa selama tiga minggu tidak ada kinerja yang dilakukan oleh senat Politani dalam menangani kasus tersebut. Kembali terjadi demonstrasi anarkis pelemparan gedung administrasi, mobil bus dan  kantor pusat dan pembakaran ban. Melihat keadaan yang tidak kondusif ini membuat 12 orang senat sepakat mengadakan rapat senat susulan dengan hasil  menuntut Direktur PP-NP, Dr. Ir. H Jayadi, MP, meletakkan jabatannya. Surat tuntutan tersebut dilengkapi dengan tandatangan dan stempel resmi Politani.

Untuk sementara, aksi mahasiswa redam. Amun demikian, sampai dengan minggu ke-4 ini, belum ada titik terang mengenai tuntutan kemunduran Direktur. Saat ini Direktur jarang hadir dikampus. Mahasiswa menilai Direktur mau lepas dari permasalahan. Mahasiswa berharap siapapun yang punya wewenang dalam masalah ini agar segera menyelesaikan. Khususnya kepada pihak Diknas, agar membuka mata-lebar-lebar melihat jeli kasus ini. “Kami Mahasiswa PP-NP menuntut keadilan”, demikian kata Muh. Idris, Ketum HMI Cabang Pangkep. <idris>

< Prev   Next >
Joomla 1.6
HMI MPO on Facebook | Milis HMI MPO | Milis Cabang | Web Mail PB HMI | Redaksi
PBHMI.Net @2011