| Lagi-lagi Aparat Polisi Menganiaya Kader HMI MPO |
| Saturday, 30 January 2010 04:08 | |||
Aksi sejumlah demonstran dalam rangka 100 hari kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Bank Indonesia (BI) Cabang Pekanbaru, Kamis siang (28/01/2010), berakhir bentrok.
Berdasarkan hasil wawancara, bentrokan tersebut berawal dari aksi saling dorong antara ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Riau Menuntut (Gerram) dengan aparat kepolisian.
Kronologis ; Yang Berakhir Pada Penganiayaan. Awal kejadian peserta aksi ingin masuk ke gedung Bank Indonesia (BI) tetapi menurut aparat kepolisan tidak boleh tetapi keinginan masa aksi yang tergabung dalam kualisi hendak masuk dengan tujuan menyampaikan tuntutan mereka, tetapi pihak kepolisian masih tetap tidak memberikan izin kepada masa aksi untuk masuk, negoaisasi pun buntu maksa aksi tetap masuk sesuai dengan rute aksi yang telah di rancanakan, masa tetap menerobos dan terjadi dorong mendorong tiba-tiba langsung diserang oleh polisi dan aksi masa dipukul mundur dengan ditendang, hingga menyebabkan luka pada masa aksi, kemudian terjadi penangkapan. Ketika masa aksi sudah berhenti, tetap ada sebagian masa aksi menyelamatkan teman dari cengkraman polisi, salah satunya kader HMI MPO Usman pembelaan tersebut. Karena ingin lepas aku memberontah namun dibalas dengan tendangan oleh polisi. Karena ingin melindung diri langsung aku respon dengan bambu ke arah aparat polisi, tiang itu juga menjadi tiang bendera peristiwa itu ditangkis oleh tameng polisi dan saya langsung ditangkap oleh polisi kemudian dilepas dan dikejar lagi. sempat kena pukulan di kaki hingga bengkak, luka pada bagian tangan. kemudian empat masa aksi langsung digiring ke polsek, ada Tata juga ingin menyelamatkan teman tapi juga di tangkap dalam kondisi, kondisinya berdarah pada bagian mulut dan kepala. Di kantor kepolisian kami dimintai keterangan tapi ternyata ada rekaman ketika memukul aparat kepolisian sesuai dengan UU kepolisisan maka status saksi di jadikan tahanan (hasil wawancara dengan Usman-korban kekerasan aparat kepolisian-melalui ponsel), bu12
|