Kendari, pbhmi.net – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Kendari, Komisariat Bulan Sabit, menyelenggarakan Basic Training perdana bertempat di salah satu rumah adat di Pusat Promosi Informasi Daerah, pada 15-19 Maret 2012 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. LK I ini dihadiri oleh Asran Salam (PB HMI) dan Bahrul Amsal (Badko Sulambanusa).Kegiatan LK I kali ini berbeda dengan sebelumnya dari segi waktu (yang diselenggarakan selama 5 hari) maupun materi yang diturunkan. Hal ini merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh KP Cabang Kendari demi meningkatkan kualitas perkaderan.
Kegiatan dibuka pukul 18.30 Wita oleh Ketua Umum HMI MPO Cabang Kendari Periode 1433-1434 H/ 2011-2012 M, Syarifudin Reeno. LK I ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Kendari, yakni Unhalu, Muhammadiyah Kendari, Stikes Mandala Waluya, dengan jumlah peserta 31 orang (29 ikhwan dan 2 orang akhwat).
Diwarnai Insiden
Dalam pelaksanaan LK I ini, ada yang menarik, ketika pada materi ke-7 (Etos Perjuangan) yang digelar malam (17/03), tepat pukul 21.40 Wita, terjadi sebuah insiden perkelahian. Berawal ketika pemateri hendak meminta persetujuan kepada peserta LK I untuk bersumpah agar memutuskan hubungan dengan kekasihnya (baca: pacaran), sebagai jaminan perjuangan ketauhidan, malah disambut dengan sikap negatif dan emosional oleh peserta.
Hampir semua peserta awalnya menolak untuk melakukan sumpah. Penolakan tersebut menimbulkan kegaduhan di antara peserta, yang akhirnya tanpa diduga, tiba-tiba salah seorang peserta yang sedang emosi memukul salah seorang rekannya hingga terjadi perkelahian. Namun dengan sigap, pemandu dan panitia kemudian melerai kedua peserta dan membawanya keluar dari forum agar tak terjadi insiden yang lebih fatal.
Insiden ini membuat kegiatan sempat terhenti sejenak. La Asri Patilaya Buton selaku ketua KP Cabang Kendari yang juga menjadi Koordinator Pemandu mengambil-alih forum untuk menenangkan para peserta yang lain. Pemateri, pemandu, dan panitia mencoba menanyakan penyebab terjadinya insiden. Miskomunikasi menjadi penyebab perkelahian, sehingga membuat salah seorang dari peserta tersinggung setelah dituduh oleh rekannya mempunyai pacar ketika pemateri hendak menyumpah mereka.
Setelah terjadi komunikasi antara peserta dan pemandu, kegiatan kembali berjalan dan akhirnya peserta pun bersedia untuk disumpah walau beberapa peserta memilih untuk pulang dan tidak melanjutkan LK I lagi.
Yakin Usaha Sampai
Senin (19/03/2012), pukul 06.30 Wita, LK I ditutup oleh Koordinator Pemandu, sekaligus secara resmi menyerahkan berkas-berkas kepemanduan kepada panitia. Basic training berhasil meluluskan 17 kader yang kesemuanya ikhwan. Dalam pernyataannya, Bahrul Amsal memberikan motifasi kepada para kader baru HMI, “Yakin Usaha Sampai , kalau belum sampai tetap usaha sampai yakin,” katanya.
Ketua Panitia, Harlianto, dalam sambutannya mengungkapkan sangat mengapresiasi perjuangan seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus dan berharap agar senantiasa konsisten dengan perjuangan HMI ke depan. Dia pun menghimbau agar perkaderan selama 5 hari ini menjadi percontohan komisariat-komisariat yang lain. []
| Next > |
|---|

